Mobage: How To Buy Google Wallet Balance for Region Locked Games

Jadi kalau ditanya apa kesibukan saya sehari-hari, selain bekerja mungkin (kalau saya udah gak punya malu) akan saya jawab ‘main mobage’. Iya, selain makan dan tidur dan menangisi husbando, waktu luang saya lebih banyak habis buat main mobage.

Banyak mobage yang saya mainkan belakangan ini tutup – mulai dari Valkyria Duel sampai Chain Chronicle global. CMIIW, tapi asumsi saya mereka ditutup karena… gak mengeruk cukup banyak profit… Makanya begitu gaji saya gak habis buat bayar tagihan dan tetek bengek hidup lainnya, saya  sisihkan sedikit untuk jajan di mobage. Anggap saja amal…

Untuk mobage yang masih region locked, seperti Owari no Seraph Bloody Blades, jajan in-game currency masih agak sulit karena gak bisa memanfaatkan mobile carrier billing. Untuk kalian yang niat bakar duit untuk mobage, kalian bisa mengisi Google Wallet Balance. Kalian mungkin sudah tahu bisa beli Google Play voucher di banyak toko. Tapi kalau malas keluar rumah atau keluar ongkos keluar rumah (saya yang terakhir), kalian juga bisa beli melalui online merchant.

Yang kalian perlukan cuma rekening bank yang sudah mendukung transaksi e-banking — saya pakai BCA.

Beberapa merchant online yang sudah saya pernah coba adalah Indomog, GudangVoucher, dan Unipin. Masing-masing punya harga yang berbeda, jadi silakan dibandingkan dulu sebelum membeli.

Secara umum tahapannya seperti ini:

  1. top-up di masing-masing merchant
  2. membeli Google Play Card, lalu mendapat kode voucher
  3. memasukkan kode voucher ke akun Google Wallet
  4. membeli barang in-game
  5. terjebak dalam jurang mobage lebih dalam

Nah, sebelum kode voucher bisa digunakan, region di akun Google Wallet kalian harus diganti terlebih dahulu.

Untitled-1.png

Pertama, login ke akun Google Wallet kalian. Saya biasanya lakukan ini di desktop, belum pernah coba bisa dilakukan di mobile browser atau nggak.

Klik gear button di pojok kanan atas untuk masuk ke dalam setting.

2.png

Tujuan kita di sini adalah mengganti region Indonesia ke dalam region USA. Bagian ini bisa diganti berkali-kali selama isi balance kalian gak lebih dari 10 USD. Namun kalau kalian sering bolak-balik ganti region karena suatu hal, saya sarankan punya dua akun Google saja.

Di bagian home address, pilih edit.

3.png

Untuk negara, pilih United States.

Untuk kolom Street Address dan Apt./Suite bisa diisi sesuka hati.

Untuk City, ada baiknya disesuaikan dengan state dan kode pos yang kalian pilih nanti.

Pilih State yang manapun. Kode pos bisa kalian cari dengan Google, disesuaikan dengan lokasi state yang kalian pilih.

Nomor telepon bisa tetap menggunakan nomor telepon Indonesia. Di beberapa forum ada laporan kalau nomor telepon harus diganti dulu baru bisa menggunakan kode voucher, tapi belum pernah kejadian sama saya, sih.

Ingat untuk menekan tombol save setelah selesai mengisi.

Sekarang, buka Google Play di mobile device kalian.

Dari menu drop down, pilih Redeem. Akan keluar form untuk memasukkan kode voucher yang sudah dibeli tadi.

Screenshot_2016-03-10-23-27-05.png tempFileForShare_2016-03-10-23-17-31.png

Kalau ada kesulitan, kalian bisa cek troubleshooting.

Beberapa kendala yang pernah saya alami:

  1. Punya dua akun dalam satu device, tidak bisa ganti ke akun tertentu di dalam game –> dari phone setting, uninstall akun yang tidak ingin digunakan terlebih dulu.
  2. Sudah ganti region, tapi masih mendapat error message “code not valid in your country –> dari phone setting, hapus cache Google Play, kalau perlu juga restart device.

Selamat terjun bebas ke dalam jurang mobage😀

Hyouka Review: My Popular Anime Cannot Be This Subtle!

[Mazui]_Hyouka_-_20_[C94B68A7]_May 21, 2013 9.08.14 PM

Apakah kalian akan suka atau benci Hyouka sangat tergantung dari cara kalian menontonnya. Kulit luar Hyouka menampilkan cerita misteri yang tampak terlalu dangkal dan remeh dibanding anime genre misteri lain. Tidak ada mayat, villain antisosial, polisi, atau bahkan detektif jenius yang kehadirannya selalu membawa tragedi. Bagi saya, misteri di Hyouka menarik bukan karena misteri itu sendiri, tetapi bagaimana dia bisa membantu perkembangan cerita.

Daya tarik cerita misteri pada umumnya adalah 1) ada kejadian yang melahirkan ketegangan dan pada akhirnya misteri itu sendiri dan 2) penonton terlibat dalam proses pemecahan misteri. Hyouka bisa melakukan poin pertama dengan pas. Misteri dalam Hyouka berjalan tanpa lepas dari premis cerita yang sedang berjalan. Dalam Kanya Festival Arc, usaha Classic Literature Club memecahkan misteri tentang paman Chitanda tidak lepas dari tujuan utama arc cerita: berpartisipasi dalam festival sekolah dengan meneruskan Hyouka. Misteri-misterinya memang terasa personal sehingga yang tidak klop dengan karakternya mungkin kurang tertarik untuk mengikuti. Tidak ada pretensi ingin membela kebenaran dan keadilan (setidaknya dilakukan dengan tidak gamblang ala cerita shounen umumnya). Bandingkan dengan Detective Conan yang misterinya selalu tiba-tiba muncul. Conan dkk pergi ke suatu tempat, tiba-tiba ada mayat, dan pada akhirnya cerita awal tidak berarti selain jadi gimmick untuk membantu Shinichi sampai pada ‘aha!’ momentYes, there are better procedural mystery stories than Hyouka, but I’m making a point here so shut up.

Untuk poin kedua, misteri dalam Hyouka tidak begitu dalam dan membutuhkan pengetahuan luas (selain mungkin kehidupan sehari-hari orang Jepang). Penonton bisa ikut memecahkan, daripada hanya menunggu para karakter mengungkapkannya untuk mereka. Ya, kadang-kadang clue yang diberikan terlalu jelas, tetapi untungnya diimbangi dengan dialog dan pace cerita yang terasa natural (untuk ukuran anime).


[Cyber12.com] Hyouka - 07.mp4_snapshot_16.13_[2012.06.05_21.06.02]

Hal utama yang menarik dari Hyouka adalah perkembangan karakter Houtarou dan hubungannya dengan Chitanda yang terasa sangat subtle. Saya melihat tren protagonis anime sejak tahun 2000-an yang tidak badass, bahkan cenderung wimpy atau tidak berguna. Protagonis semacam ini sebenarnya cukup menarik karena memberikan banyak ruang untuk perkembangan karakter. Sayangnya seringkali cerita dieksekusi dengan malas sehingga terjebak ke dalam cerita wish fulfillment yang klise — berikan dia romantic interest dengan latar belakang sedih atau kekuatan super, lalu boom! Dia langsung berubah 180 derajat: menjadi pemberani dan asertif serta pahlawan bagi semua orang, atau tidak bagi para gadis di harem sekelilingnya.

Houtarou “berusaha untuk tidak mengeluarkan tenaga” Oreki tidak serta merta menjadi manusia yang aktif dan menonjol di mata orang-orang pada akhir cerita. Dia tetap menjadi Houtarou yang menarik diri dari keramaian dan spotlight. Namun, kita bisa melihat dia mulai membuka diri untuk terhubung dengan orang-orang, dengan Chitanda, dan dengan lingkungan di sekelilingnya, melalui memecahkan misteri. Hyouka juga tidak ditutup dengan kesimpulan yang absolut; Houtarou dan Chitanda (juga Mayaka dan Satoshi) tidak menjadi sepasang kekasih dan hidup bahagia selamanya. Classic Literature Club tidak menjadi klub ternama, apalagi disegani banyak orang sebagai pahlawan yang mengungkap kebenaran dalam sejarah festival sekolah. Pada akhirnya, Hyouka mungkin lebih cocok disebut cerita coming of age dengan misteri sebagai penggerak cerita.

===

Misc. :

  • Ketika orang-orang mengkritik Hyouka karena ‘terlalu dangkal dan pretentius’, saya harap mereka tidak suka Valvrave juga karena… well, review untuk Valvrave akan saya simpan untuk kemudian hari.
  • Saya suka karakter Chitanda yang dinamis untuk ukuran tren moeblob di KyoAni, tetapi sebagai karakter utama dia tidak terlalu banyak berkembang selain menjadi pendorong motivasi Houtarou dan wakil dari keluarga besarnya.
  • Omong-omong soal wimpy protag, ingatkan saya untuk meneruskan Mirai Nikki.

Browsing Pixiv For Dummies, hemat waktu tidak sampai menelantarkan pacar

Nyari fanart di Pixiv cukup bandwidth dibanding ke image board, tapi pilihannya lebih banyak. Lebih fresh juga, gak usah menunggu ada yang upload ke image board. Awalnya memang makan waktu banyak tapi seterusnya kita bisa lebih bebas mencari. Bisa sekalian belajar Bahasa Jepang sedikit. Saya akan tunjukkan caranya.

1) Buka Google. Saya akan pakai Genso Suikoden sebagai keyword.

Screen Shot 2013-02-22 at 11.41.40 AM

2) Hasil pertama biasanya selalu dari Wikipedia. Pasti akan ada Wikipedia dari halaman pertama, jadi buka halaman Wikipedia. Ta-da! Entri singkat (setidaknya dibandingkan entri wiki dari franchise game lain) tentang Gensui.

Paragraf pertama biasanya mencantumkan judul asli, dalam hal ini Genso Suikoden dalam kanji: 幻想水滸伝. Oke, silakan copy paste ke Word atau ke manapun untuk referensi di masa depan.

Screen Shot 2013-02-22 at 11.42.09 AM

3. Buka Pixiv (sign in-nya sekarang cukup mudah, kalau kamu tidak punya akun pixiv). Masukkan 幻想水滸伝 di kotak search, dan…

Screen Shot 2013-02-22 at 11.55.46 AM

Yes, we got them.

4. Coba kita lihat fanart Luc yang satu itu.

Screen Shot 2013-02-22 at 12.00.34 PM

Lihat baris tags di kiri atas? Selain judul serial (幻想水滸伝=genso suikoden, 幻水=gensui), harusnya juga ada tag nama karakter. Luc = ルック. Kalau diklik kita akan lihat fanart Luc yang lain.

Screen Shot 2013-02-22 at 12.02.58 PM

5. Kalau mau langsung cari fanart karakter tertentu, beberapa serial punya entri tersendiri di wikipedia untuk list karakternya. Genso Suikoden punya entri 108 Stars of Destiny, jadi mari ke situ dulu.

Screen Shot 2013-02-22 at 11.42.43 AM

6. Di sidebar sebelah kiri ada pilihan bahasa. Pilih yang Bahasa Jepang (日本語), lebih baik pilih open in new tab.

Screen Shot 2013-02-22 at 11.43.26 AM


Scroll ke bawah. Kita bisa dapat tabel Stars of Destiny. Bandingkan dengan tabel yang ada di halaman Bahasa Inggris kalau kurang paham katakana, tapi kalau udah paham polanya akan lebih mudah.

Yang atas pasti selalu karakter utama — dalam hal ini para Tenkai Stars. Star ketiga yang ada di tiga kolom serial? Siapa lagi kalau bukan Luc. Seterusnya pasti juga Tenkan Star — Ted, Zerase, Zenoa, dan Xephon.

Kalau pakai Google Chrome lebih mudah lagi, tinggal klik kanan > translate to English.

Pencariannya di Pixiv sama dengan langkah sebelumnya — copy paste.

Screen Shot 2013-02-22 at 11.44.49 AM

Screen Shot 2013-02-22 at 11.45.02 AM

7. Kalau mau lebih mudah, cari wikia serial tersebut. Untuk Suikoden Wikia mereka mulai mencantumkan Japanese name. Saya pribadi lebih suka langsung ke Wikipedia, bisa dapat semua nama karakter sekaligus.

Screen Shot 2013-02-22 at 12.35.15 PM

Gampang kan? Lebih gampang lagi kalau autofill di browsernya nyala. Jangan lupa credit atau tanya langsung ke artist ybs, ya!

Friendzoned?

“Oh, dua karakter ini dekat sekali! Mereka adalah OTP baru saya!  Apa? Hanya teman? Memang kenapa kalau mereka sesama pria? Apakah itu berarti mereka gak boleh jatuh cinta? Dasar homofobik! Kenapa selalu berasumsi semuanya adalah hetero sampai ada Word of God? Saya benci norma masyarakat ini!”

Ada minor annoyance yang belakangan ini muncul saat saya memperhatikan konten fandom yang berhubungan dengan pairing (topik ini selalu menimbulkan annoyance, sih). Bahasan homoseksual makin sering dibawa dalam membela OTP. Sejujurnya, saya agak lelah melihat para fans ‘berpikiran terbuka’ selalu mengaitkan dinamika antara dua karakter dengan… bagaimana, ya, menyebutnya? Seksualitas? Romantika?

Terlepas dari norma masyarakat yang sudah menyetel pikiran ‘yang umum adalah heteroseksual’ kita, ada kalanya penggemar lebih suka hubungan antara dua karakter ‘hanya sebatas’ teman (amat sangat) baik. Macam Kaname Madoka dan Homura Akemi.

Ketika seseorang sangat berdedikasi atau melakukan percakapan menyentuh dengan orang lain, apapun jenis kelamin dan gendernya, belum berarti dia ‘jatuh cinta’. Buat saya ada keindahan abstrak dalam persahabatan. Memaksakan mereka jadi ‘kekasih’ (terkadang, demi imajinasi penggemar sendiri) justru merusak dinamika hubungan itu. Ambil contoh kasus friendzoned. Apakah sebuah hubungan jadi tidak lagi indah ketika kita ‘hanya’ jadi sahabat baik? Apakah cinta romantis begitu lebih berharga dari persahabatan? Sehingga begitu kita ingin sepasang karakter tetap menjadi teman, kita langsung dianggap tidak mendukung homoseksualitas?

Yang perlu diingat, kadang-kadang pairing dalam anime-manga-game itu buat narik penggemar, bukan karena mereka mendukung LGBTQ. They are doing a business, so they must know what sells.
[1] Omong-omong, sudah cek diskusi filosofis tentang para puella magi dari serial Madomagi ini? Poin-poin tentang kemanusiaannya menarik.

[2] Saya pernah membaca sebuah tulisan tentang homoseksualitas yang bagus di Tumblr, menyinggung anime Persona 4. Tadinya mau saya tautkan ke entri ini sayangnya nggak nemu. Kalau ada yang tahu tolong bagi, ya.  Ini dia tautannya: A Criticism of Persona 4: The Animation. Makasih buat @_kanmiya. 

What is the quality of your intent?

“What is the quality of your intent?

Certain people have a way of saying things that shake us at the core. Even when the words do not seem harsh or offensive, the impact is shattering. What we could be experiencing is the intent behind the words. When we intend to do good, we do. When we intend to do harm, it happens. What each of us must come to realize is that our intent always comes through. We cannot sugarcoat the feelings in our heart of hearts. The emotion is the energy that motivates. We cannot ignore what we really want to create. We should be honest and do it the way we feel it. What we owe to ourselves and everyone around is to examine the reasons of our true intent.

My intent will be evident in the results.”

~Thurgood Marshall. Quote is found from this article.

2

Ketika orang-orang ramai membicarakan nasionalisme…

Nationalism is our form of incest, is our idolatry, is our insanity. “Patriotism” is its cult. It should hardly be necessary to say, that by “patriotism” I mean that attitude which puts the own nation above humanity, above the principles of truth and justice; not the loving interest in one’s own nation, which is the concern with the nation’s spiritual as much as with its material welfare — never with its power over other nations. Just as love for one individual which excludes the love for others is not love, love for one’s country which is not part of one’s love for humanity is not love, but idolatrous worship.

Erich Fromm, in The Sane Society (1955)

On creativity, from PsyBlog

If we can all be creative, why is it so hard to come up with truly original ideas?

It’s because creativity is mysterious. Just ask any scientist, artist, writer or other highly creative person to explain how they come up with brilliant ideas and, if they’re honest, they don’t really know.

But over the decades psychologists have given ordinary participants countless tests, forms and tasks and conducted hundreds of hours of interviews. From these emerge the psychological conditions of creativity.

Not what you should do, but how you should be.

Six scientific principles of creativity

In the scientific literature six principles of creativity recur again and again:

  1. Knowledge – explores the dangers of expertise.
  2. Problem construction – how creative problems should be approached.
  3. Emotion – explains which types of emotions are most creative.
  4. Combining concepts – why the raw materials are already out there.
  5. Abstraction – how to see your creative problem more clearly.
  6. The wandering mind – reveals how to think flexibly.

 

Psyblog